Showing posts with label terjemahan bahasa jepang ke bahasa indonesia. Show all posts
Showing posts with label terjemahan bahasa jepang ke bahasa indonesia. Show all posts

Tuesday, January 26, 2016

terjemahan bahasa jepang ke bahasa indonesia



拾(ひろ)った財布(さいふ)
Memungut Dompet

むかし江戸(えど)の町(まち)に、左官屋(さかんや)(さかんや→(やじるし)壁(かべ)をぬる職人(しょくにん))の伝助(でんすけ)と言(い)う人(ひと)が住(す)んでいました。
Pada jaman dahulu di kota Edo tinggallah seorang pengecat dinding yang bernama Densuke
ある年(とし)の十二月(じゅうにがつ)、仕事(しごと)の帰(かえ)りに道(みち)で財布(さいふ)を拾(ひろ)いました。
Pada suatu tahun di bulan Desember, saat pulang kerja Densuke telah memungut dompet di jalan
中(なか)を調(しら)べると、一両小判(いちりょうこばん)が三枚入(さんまいはい)っていました。
Dengan memeriksa isi dompet, terdapat tiga lembar uang yang bernilai satu ryou.
「おやおや、もうじき正月(しょうがつ)が来(く)るというのに、三両(さんりょう)[1](→(やじるし)約二十一万円(やくにじゅういちまんえん))ものお金(かね)を落(お)とすなんて気(き)の毒(どく)に。
Kemudian Densuke melihat isi dompet didalamnya terdapat kertas yang bertuliskan nama dan alamat pemilik, “aduh, Pasti orang yang kehilangan uang
tiga Ryou (sejumlah dua ratus sepuluh ribu yen) ini merasa menyesal.
落(お)とした人(ひと)は、さぞ困(こま)っているだろうな」伝助(でんすけ)が財布(さいふ)をよく調(しら)べてみると、名前(なまえ)と住所(じゅうしょ)を書(か)いた紙(かみ)が入(はい)っていました。
Disamping itu saat ini tahun baru akan datang. Seseorang yang telah menjatuhkannya pasti akan merasa bingung.”
「なになに、神田(かんだ)の大工の吉五郎(きちごろう)か。よし、ひとっ走(ぱし)り届(とど)けてやろう。今頃(いまごろ)きっと、青(あお)くなって探(さが)しているだろうよ」
“Apakah ini milik si Kichigoro si tukang kayu yang berada di daerah Kanda? baiklah kalau begitu aku akan mengantarkan dompet ini dan aku akan terus mencari sampai pagi menjelang”
 親切(しんせつ)な伝助(でんすけ)は、わざわざ神田(かんだ)まで行(おこな)って、ようやく吉五郎(きちごろう)の家(いえ)を探(さが)し出(だ)しました。
Densuke yang baik hati sengaja pergi menuju daerah Kanda dan akhirnya menyelidiki rumah Kichigoro.
「こんにちは。吉五郎(きちごろう)さん、いますか?」
“Selamat siang, apakah tuan Kichigoro ada dirumah?”
「ああ、おれが吉五郎(きちごろう)だが、何(なに)か用(よう)かね?」
“Ya saya sendiri, ada keperluan apa?”
「わたしは左官(さかん)の伝助(でんすけ)と言(い)うんだがね、お前(まえ)さん、財布(さいふ)を落(お)とさなかったかね?」
“Aku Densuke si tukang pengecat tembok, apakah kamu menjatuhkan sebuah dompet?”
「ああ、落(お)としたよ」
“Ya benar”
「中(なか)に、いくら入(はい)っていたんだね?」
“Di dalamnya, ada berapa jumlah uangnya?”
「そんな事(こと)、何でお前(まえ)さんが聞(き)くんだい?」
“Mengapa kamu menanyakan hal itu?”
「何(なん)でもいいから、答(こた)えてくれよ」
“Sudah, jawab pertanyaanku.”
「三両(さんりょう)だよ。お正月(しょうがつ)が来(く)るんで、やっとかき集(あつ)めた大事(だいじ)な金(きん)だったんだ」
“Ada tiga Ryou. Saat datangnya tahun baru, aku kumpulkan uang itu dari keuntunganku, uang itu sangat penting bagiku”
 それを聞(き)いて、伝助(でんすけ)は、「そうかい。それじゃこれは、確(たし)かにお前(まえ)さんの落(お)とした財布(さいふ)だ。ほら、受(う)け取(と)ってくれ」と、財布(さいふ)を差(さ)し出(だ)しました。
Setelah mendengarkan, lalu Densuke berkata dengan menyerahkan dompet
“Jadi begitu, pastinya ini dompetmu yang telah jatuh. Jadi ambil dan terimalah dompetmu ini”
ところが吉五郎(きちごろう)は財布(さいふ)をチラッと見(み)ただけで、プイ(ぷい)と横(よこ)を向(む)いて言(い)いました。「それは、おれのじゃないよ」
Hanya melihat sekilas, raut wajah Kichigoro pun berubah dengan membuang muka ia berkata.“Itu,bukan milikku”
「えっ? だってお前(まえ)さん、今(いま)、大事(だいじ)な三両(さんりょう)が入(はい)った財布(さいふ)を落(お)としたって言(い)ったじゃないか。それに、お前(まえ)さんの名前(なまえ)と住所(じゅうしょ)を書いた紙も入っていたんだ。この財布は、確かにお前さんの物だよ」
“Apa? Yang benar saja, bukankah barusan kamu berkata jika dompet yang sudah terjatuh berisi uang tiga Ryou yang sangat penting? Selain itu di dalamnya terdapat kertas yang bertuliskan nama dan alamatmu. Sudah pasti dompet ini milikmu”
「そりゃあ、確(たし)かにおれは財布(さいふ)を落(お)としたよ。だけど、落(お)とした物(もの)は、もうおれの物(もの)じゃない。拾(ひろ)ったお前(まえ)さんの物(もの)だ。持(も)って帰ってくれ」
“Tentu, dompetku memang terjatuh. Tapi , barang yang telah terjatuh itu, sudah bukan barang milikku lagi. Barang yang terjatuh itu sudah jadi milikmu. Ini aku kembalikan”
 「何だって!」
“Apa maksudmu!!”
 伝助(でんすけ)は、ムッとしました。
Densuke merasa aneh
「何(なん)て事(こと)を言(い)うんだ! 拾(ひろ)った物(もの)を黙(だま)って自分(じぶん)の物(もの)にするくらいなら、わざわざ探(さが)しながらこんなところまで届(とど)けに来(き)たりするもんか。
 “Apa sebenarnya yang sedang kau bicarakan! aku bisa saja mengambil barang ini dan menjadikannya milikku dan aku akan diam, lalu mengapa aku datang dan membawanya sampai tempat ini dengan susah payah”
素直(すなお)に『ありがとうございます』と言って、受(う)け取(と)ればいいじゃないか!」
Sebaiknya kamu patuhi saja dan ambillah dompetmu lalu ucapkan terima kasih.
「ちえっ、お前(まえ)さんも強情(ごうじょう)っぱりだなあ。
“Cih, kamu ini keras kepala juga rupanya”
おれは、その財布(さいふ)はお前(まえ)さんにくれてやるって言(い)ってるんだぜ。
“Apakah aku harus menuruti perkataanmu dengan menerima dompet pemberianmu itu”
そっちこそ素直(すなお)に『(()ありがとうございます』())と言(げん)って、さっさと持(も)って帰(かえ)りゃあいいじゃないか。
“Kemudian mengucapkan terima kasih lalu membawa pulang dompet itu, apakah
seperti itu? “
第一(だいいち)、この十二月(じゅうにがつ)になって三両(さんりょう)もの金(きん)が手(て)に入(はい)れば、お前(まえ)さんだって助かるだろうに」
“Yang lebih Penting Lagi, jika uang tiga Ryou ini menjadi milikmu, maka dapat membantumu pada saat tahun baru nanti”
「馬鹿野郎(ばかやろう)!」
“dasar bodoh!!”
 とうとう伝助(でんすけ)は、吉五郎(きちごろう)を怒鳴(どな)りつけました。
Mengetahui hal tersebut akhirnya Densuke, membentak Kchigoro
「おれは乞食(こじき)じゃねえ! 人(じん)の物(もの)を拾(ひろ)ってふところへ入(い)れるほど、落(お)ちぶれちゃいないんだ。
“Aku bukanlah pengemis! Lebih baik aku memasukkan barang yang aku pungut  ke dalam dompetku sehingga tidak ada lagi yang jatuh miskin”
ふざけるのもいい加減(かげん)にしろ。とにかく、これは置(お)いていくぜ」
Sudah hentikan jangan becanda lagi. pokoknya, aku taruh dompet disini”  
伝助(でんすけ)が財布(さいふ)を置(お)いて帰(かえ)ろうとすると、
Ketika Densuke mengembalikan dan menaruh dompet,
「おい待(ま)て!」
“Hai tunggu”

吉五郎(きちごろう)はその手(て)を掴(つか)んで、財布(さいふ)を押(お)しつけました。
Kemudian Kichigoro meraih lengan Densuke, dan mengembalikan dompet dengan paksa.
「こんな物(もの)、ここに置(お)いて帰(かえ)られちゃ迷惑(めいわく)だよ。持(も)って帰(かえ)ってくれ」
“Benda seperti ini, akan mengganggu jika masih ada sini. Bawalah pulang!!”
「この野郎(やろう)、まだそんな事(こと)を言(い)ってるのか」
“Kau ini, masih saja berkata seperti itu!”
 二人(ふたり)の頑固者(がんこもの)は、とうとう取(とり)っ組(く)み合(あ)いのけんかを始(はじ)めました。
Kedua orang keras kepala itu akhirnya berujung pada pertengkaran
 その騒(さわ)ぎを聞(き)いてやって来(き)た近(ちか)くの人(ひと)たちが、いくらなだめても二人(ふたり)とも聞きません。
Keributan itu terdengar oleh orang orang yang ada disekitar mereka, tapi berapapun orang yang datang untuk menghentikan mereka berdua tetap saja tidak mendengarkan.
近所(きんじょ)の人(ひと)たちは困(こま)り果(は)てて、とうとうお奉行(ぶぎょう)さまに訴(うった)えました。
Karena masalah tersebut semakin runyam akhirnya para tetangga mengadukan kepada hakim.
 その時(とき)のお奉行(ぶぎょう)さまは、名高(なだか)い、大岡(おおおか)越前守(えちぜんまもる)という人(ひと)でした。
Saat itu Hakim yang bernama Ooka Echizen Mamoru adalah seorang hakim yang terkenal.
 越前守(えちぜんまもる)は、二人(ふたり)の話(はなし)を聞(き)くと、
Echizen Mamoru mendengarkan cerita mereka berdua dan berkata,
「大工(だいく)、吉五郎(きちごろう)。せっかく伝助(でんすけ)が届(とど)けてくれたのだ。素直(すなお)に礼(れい)を言(い)って、受(う)け取ったらどうじゃ?」
“Wahai tukang kayu Kichigoro, dengan susah payah Densuke mengantarkan dompet untuk memberikannya padamu. bagaimana jika kamu menurutinya untuk berterima kasih dan mengambil dompet tersebut?”
「とんでもありません、お奉行(ぶぎょう)さま。落(お)とした物(もの)は、無(な)くしたのと同(おな)じでございます。ですからもう、わたくしの物ではありません」
“Bukan seperti itu, Tuan Hakim. Barang yang telah terjatuh itu sama dengan barang saya yang hilang. Oleh karena itu juga, barang tersebut bukan lagi barang milikku”
「では、左官(さかん)、伝助(でんすけ)。吉五郎(きちごろう)がいらないと言(い)うのだ。この三両(さんりょう)は拾(ひろ)ったお前(まえ)の物(もの)だ。受(う)け取(と)るが良(よ)いぞ」
“Kemudian, wahai pengecat dinding Densuke. Kichigoro berkata bahwa dia tidak mau. Uang tiga Ryou yang telah dipungut ini menjadi barang milikmu. Jika kamu ambil akan lebih baik”

「冗談(じょうだん)じゃありません、お奉行(ぶぎょう)さま。
“Tuan Hakim jangan bercanda,”
拾(ひろ)った物(もの)をもらうくらいなら、何(なに)もこの忙(いそが)しい年(とし)の暮(く)れに、わざわざ神田(かんだ)まで届(とど)けに行(い)ったりなどしやしません。
jika saya mengambil barang yang hilang ini, pada akhir tahun ini apa pun kesibukannya saya tidak mungkin mengembalikan barang yang hilang ini sampai Kanda.
落(お)とした物は落(お)とした人(ひと)に返(かえ)すのが当(あ)たり前(まえ)です」
menurut saya hal yang wajar bila saya ingin mengembalikan barang yang hilang ini pada pemiliknya”
二人(ふたり)とも、頑固(がんこ)に言(い)い張(は)って聞(き)きません。
Keduanya bersikukuh dengan keras kepala dan tidak mendengarkan.
 すると越前守(えちぜんまもる)は、
Kemudian Tuan Hakim Echizen Mamoru berkata,
「そうか。お前たちがどちらもいらないというなら、持(も)ち主(ぬし)がない物(もの)として、この越前(えちぜん)がもらっておこう」
“Kalau begitu jika diantara kalian tidak ada yang butuh, karena barang ini tidak ada pemiliknya maka barang ini menjadi milik saya”
「へっ?」
“Apa?”
「へっ?」
“Apa?”
お奉行(ぶぎょう)さまに金(きん)を横取(よこど)りされて、二人(ふたり)はビックリ(びっくり)しましたが、でも、いらないと言(い)ったのですから、仕方(しかた)がありません。
Kedua orang tersebut terkejut karena Tuan Hakim telah merebut uang itu dari mereka, tetapi karena mereka berkata tidak butuh, maka tidak ada cara lain. mereka menjawab:
「はい。それで結構(けっこう)です」
“Baik, cukup sampai disini”
「わたしも、それで結構(けっこう)です」
“Saya juga, cukup sampai disini”
と、答(こた)えて、帰(かえ)ろうとしました。
Setelah menjawab, kemudian mereka pun pulang.
 その時(とき)、越前守(えちぜんまもる)は、「吉五郎(きちごろう)、伝助(でんすけ)、しばらく待(ま)て」と、二人(ふたり)を呼(よ)び止(と)めました。
Saat itu, Hakim Echizen Mamoru memanggil mereka berdua untuk berhenti
“Kichigoro, Densuke, tolong tunggu sebentar”
「お前(まえ)たちの正直(しょうじき)なのには、わしもすっかり感心(かんしん)した。その正直(しょうじき)に対(たい)して、越前(えちぜん)から褒美(ほうび)をつかわそう」
“Karena kalian telah berkata jujur, saya merasa kagum. atas kejujuran kalian maka saya akan memberikan penghargaan kepada kalian”
 越前守(えちぜんまもる)はふところから一両(いちりょう)の小判(こばん)を取(と)り出(だ)すと、さっきの三両(さんりょう)の小判(こばん)と合(あ)わせて四両(よんりょう)にし、吉五郎(きちごろう)と伝助(でんすけ)に二両(にりょう)ずつやりました。
Echizen Mamoru memberikan satu Ryou dengan ikhlas, yang sebelumnya ada tiga Ryou menjadi empat Ryou, maka Kichigoro dan Densuke masing-masing mendapatkan  dua Ryou.
ところが二人(ふたり)とも、なぜ二両(にりょう)ずつ褒美(ほうび)をもらったのか、訳(やく)の分(わ)からない様(さま)、妙(みょう)な顔(かお)をしています。
Dengan wajah yang aneh mereka tidak mengerti mengapa mereka berdua mendapatkan uang dua Ryou tersebut.
そこで越前守(えちぜんまもる)は、笑(わら)いながら言(い)いました。
Dari sana, tuan hakim Echizen Mamoru berkata sambil tertawa
「大工(だいく)の吉五郎(きちごろう)は、三両(さんりょう)を落(お)として二両(にりょう)の褒美(ほうび)をもらったから、差(さ)し引(ひ)き一両(いちりょう)の損(そん)。
“Kichigoro si tukang kayu, kamu sudah menjatuhkan uang tiga Ryou dan mendapatkan uang hanya dua Ryou seharusnya kamu rugi satu Ryou”
左官(さかん)の伝助(でんすけ)は、三両(さんりょう)を拾(ひろ)ったのに落(お)とし主(しゅ)に届(とど)けて、二両(にりょう)の褒美(ほうび)をもらったから、これもやはり一両(いちりょう)の損(そん)。
“Begitu pun dengan kamu Densuke si tukang pengecat dinding, kau seharusnya memberikan tiga Ryou tetapi hanya mendapatkan dua Ryou ini pun rugi satu Ryou”
この越前(えちぜん)も一両(いちりょう)を足(た)したから、一両(いちりょう)の損(そん)。
itu pun karena Echizen telah menambahkan uang satu Ryou maka dia rugi satu Ryou.
これで『三方(みかた)、一両損(いちりょうぞん)』と言うのは、どうじゃ?」
“Maka dari ini ia berkata, tiga dari kita semua rugi uang satu Ryou, bagaimana?”
「なるほど!」
“Jadi begitu!”
吉五郎(きちごろう)と伝助(でんすけ)は顔(かお)を見合(みあ)わせて、ニッコリしました。
Kichigoro dan Densuke hanya bisa menunjukkan wajah, dan tersenyum.
「さすが名奉行(なぶぎょう)(めいぶぎょう)の大岡(おおおか)さま。見事(みごと)なお裁(さば)き、おそれいりました」
“Sesungguhnya anda adalah hakim yang sangat hebat. ini merupakan persidangan yang menakjubkan, kami mohon maaf”
「このお金は、ありがたくいただいてまいります」
“Kami  mengucapkan terima kasih yang sebesar besarnya atas uang ini”
「うむ。二人とも珍(めずら)しいほどの正直者(しょうじきもの)たちじゃ、これからのちは友だちとなって、仲良(なかよ)く付(つ)き合(あ)っていくがよいぞ」
“Jangan begitu, kalian berdua juga memiliki kejujuran yang jarang dimiliki orang, mulai saat ini kalian akan selalu bersama dan menjadi sahabat yang dekat”
「はい。ありがとうございます」
“Ya, terima kasih banyak”
 吉五郎(きちごろう)と伝助(でんすけ)は、ここに来(き)た時(とき)とはまるで反対(はんたい)に、産(う)まれた時(とき)からの仲良(なかよ)しの様(さま)に肩(かた)を並(なら)べて帰(かえ)って行(い)きました。
“Kichigoro dan Densuke, Saat kalian datang kesini dengan permusuhan sesungguhnya sejak kalian lahir kalian adalah teman baik yang saling bahu-membahu”
「うむ、これにて、一件落着(いっけんらくちゃく)!」
“Baik, kalau begitu sidang saya tutup”
おしまい
SELESAI



[1] 両 (Ryou) adalah mata uang pada jaman Edo.